Proses pembuatan plastik memiliki rangkaian sistematis mulai dari bahan baku sampai penyelesaian. Meski demikian, banyak pihak yang belum memahami hal tersebut mengingat penggunaan plastik yang sudah sangat umum.
Pada proses pembuatannya sendiri, jenis jenis plastik dan kegunaannya akan sangat berpengaruh. Namun secara umum, proses produksi semua plastik tidak terlepas dari beberapa langkah khusus untuk menciptakan bahan yang siap guna di berbagai industri.
Langkah Pembuatan Plastik
Setidaknya ada 5 proses pembuatan plastik dari minyak bumi sampai siap pakai. Tahapan ini tidak hanya fokus ke satu jenis penggunaan, tapi secara umum bagaimana plastik itu bisa tercipta. Berikut langkah-langkahnya:
1. Persiapan Bahan Baku
Pada tahapan pertama, proses pembuatan plastik akan dimulai dari persiapan bahan baku. Sudah bukan rahasia lagi jika asal-usul plastik adalah dari minyak bumi atau gas alam yang membutuhkan proses penyulingan.
Bahan baku utama yang sudah ada akan masuk tahap pemecahan molekul atau proses cracking memakai suhu panas tinggi. Tahap ini akan memecah minyak bumi menjadi monomer sederhana berupa produk petrokimia, seperti propilena atau etilena.
Selanjutnya, bahan baku berupa monomer sederhana tersebut harus masuk proses pemurnian. Semakin murni bahan baku, maka kualitas akhir plastik juga semakin baik. Oleh sebab itu, penentu kualitas bahan mentah plastik ada pada tahap ini agar tidak mudah cacat.
Namun sebelum berlanjut ke tahap lain, bahan baku ini masuk proses penampungan sebagai persiapan menuju reaksi. Persiapan tekanannya akan diperhitungan dengan baik agar lebih siap masuk ke reaktor kimia.
2. Polimerisasi
Saat bahan baku sudah siap, maka proses pembuatan plastik akan berlanjut pada tahap polimerisasi. Proses ini bertujuan untuk mengubah molekul kecil menjadi susunan rantai panjang (polimer) selayaknya bergandengan tangan.
Bentuk tersebut sangat mungkin tercipta karena pada proses ini ada tahapan pemanasan bahan baku dengan katalis. Jadi, reaksi akhirnya berupa molekul yang terhubung langsung meski mendapat panas di suhu tertentu.
Pada dasarnya bahan pembuatan plastik sama, tapi pembentukan karakteristik plastik akan ditentukan pada tahap ini. Panjang rantai polimer akan menentukan kelenturan, kekerasan, sampai ketahanan plastik pada panas.
Polimerisasi ini akan membentuk bahan baku menjadi resin yang siap pakai untuk plastik. Namun sebelum masuk tahap lanjutan, bahan ini akan melalui proses pendinginan untuk membentuk polimer cair menjadi padat.
3. Aditif
Mengingat kebutuhan plastik sangat beragam, maka tidak heran jika proses pembuatan plastik juga akan masuk proses aditif atau pemberian zat tambahan. Tahap ini sendiri bertujuan untuk mencampur resin dengan sifat tertentu.
Apabila ada penambahan stabilizer, maka plastik tidak rapuh saat terkena sinar matahari ekstrem. Kemudian ada juga proses penambahan pigmen warna pada plastik sesuai kebutuhan pasar.
Zat aditif lainnya bisa berupa plasticizer atau penentu fleksibilitas. Ada beberapa zat khusus yang fungsinya untuk menciptakan kelenturan plastik di tingkat tertentu. Umumnya kebutuhan ini terpakai untuk produk selang, kabel, dan lainnya.
Tidak hanya itu, aditif juga bisa berupa zat khusus keamanan. Biasanya produsen plastik akan menambahkan zat anti-bakteri atau zat tahan api yang nantinya berguna untuk kemasan makanan atau alat medis.
4. Pencetakan
Apabila penambahan zat aditif selesai, maka proses pembuatan plastik bisa berlanjut pada tahap pencetakan. Namun, proses pembuatan plastik kemasan dan plastik lainnya akan berbeda sesuai teknik mencetaknya. Berikut beberapa teknik pencetakan plastik:
- -Pencetakan tiup (blow molding): Memanfaatkan tekanan udara untuk membuat plastik berongga. Biasanya untuk produk botol, galon, dan lainnya.
- -Pencetakan injeksi (injection molding): Menyuntikkan plastik cair ke cetakan, kemudian masuk proses pendinginan sampai keras. -Biasanya untuk produk presisi seperti tutup botol dan lainnya.
- -Pencetakan termoforming: Menerapkan panas pada lembaran plastik hingga lentur yang kemudian membentuknya di atas cetakan.
Masing-masing jenis pencetakan akan memiliki tahapan berbeda. Susunan mesin pencetak juga tidak sama, karena semua tatanannya akan menyesuaikan kebutuhan pasar serta bentuk akhir yang dibutuhkan.
5. Penyelesaian
Terakhir, plastik akan masuk tahap finishing atau penyelesaian. Proses pembuatan plastik satu ini tidak bisa dipandang sepele karena akan berkaitan dengan banyak aspek termasuk pada penjualan.
Plastik yang sudah jadi akan masuk proses pendinginan sampai pemotongan. Tahap ini krusial karena berkaitan dengan pembuangan bahan sisa yang tidak perlu sampai mengecek kestabilan bentuknya.
Quality control yang berlaku pada tahap ini tidak hanya memastikan bentuk, tapi juga ada atau tidaknya retakan, gelembung udara, bahkan kualitas gradasi warna. Jadi semua aspek akan masuk tahap pengujian.
Hal ini juga berlaku di Plastik Karawang Flexindo yang tetap mengedepankan kontrol kualitasnya secara maksimal. Bahkan, produsen plastik kresek ini sudah berstandar internasional untuk semua produknya.
Penutup
Jadi sudah jelas jika proses pembuatan plastik tidak sederhana dan memerlukan tahapan yang sistematis. Minyak bumi tidak akan menjadi plastik yang mudah terpakai tanpa semua tahapan di atas.