Meski eksistensinya sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari, masih banyak orang yang belum tahu terbuat dari apa plastik itu. Hal ini sangat wajar, mengingat Anda perlu tahu apakah penggunaannya aman atau tidak dan beberapa batasan lain yang wajib diperhatikan.
Apabila Anda belum tahu terbuat dari apa plastik itu, maka Anda tidak perlu merasa khawatir karena semua penjelasan ada di sini. Selain bahan baku utamanya, Anda juga bisa mempelajari jenis-jenis plastik yang umum di pasaran dan bagaimana cara membuatnya.
Terbuat dari Apa Plastik dan Bagaimana Cara Membuatnya?
Pastinya, ada banyak orang yang penasaran tentang terbuat dari apa sebenarnya plastik itu. Secara garis besar, bahan bakunya terbuat dari minyak bumi dan gas alam. Namun karena sifatnya yang rentan habis dan tidak terbarukan, ada alternatif yang ramah lingkungan.
Penjelasan yang lebih detail tentang bahan baku plastik akan Anda temukan di bawah ini, lengkap dengan cara membuatnya!
1. Plastik Konvensional yang Terbuat dari Minyak Bumi dan Gas Alam
Pertama-tama, Anda harus tahu biji plastik terbuat dari apa. Ternyata, bahan bakunya berasal dari energi fosil, berupa gas alam dan minyak bumi. Hal ini karena kedua energi tersebut memiliki komponen yang dibutuhkan untuk membuat plastik, yaitu hidrokarbon.
Secara garis besar, proses pembuatan plastik dari minyak bumi dan gas alam cukup mudah untuk Anda pahami. Sebagai langkah pertama, Anda perlu menyuling sumber energi tersebut untuk memisahkan dan mengambil komponen yang akan Anda butuhkan.
Komponen tersebut bernama nafta plastik, senyawa hidrokarbon yang ada di dalam minyak bumi. Nantinya, Anda perlu memecah molekul nafta menjadi molekul yang lebih kecil dan sederhana. Namanya adalah monomer, yang terdiri dari satu molekul saja.
Proses pembuatan plastik tidak berhenti sampai di situ, mengingat Anda perlu menggabungkan beberapa monomer di dalam satu rantai hidrokarbon. Rantai tersebut akan Anda kenal sebagai polimer, sedangkan proses pengikatannya disebut sebagai polimerisasi.
Ada berbagai ikatan rantai polimer yang memungkinkan, sehingga ada banyak pilihan plastik di pasaran. Ikatan rantai hidrokarbon yang berbeda pastinya akan menghasilkan plastik dengan sifat, ciri khas, bahkan hingga karakteristik yang berbeda.
Hanya saja, karena plastik terbuat dari minyak bumi dan gas alam yang tidak bisa diperbaharui, bahan bakunya bisa saja habis di kemudian hari. Karena itulah Anda perlu segera mencari pilihan bahan baku alternatif yang lebih terbarukan dan berkelanjutan.
2. Bioplastik yang Terbuat dari Pati Jagung dan Pati Singkong
Pada penjelasan di atas, Anda sudah tahu terbuat dari apa plastik itu. Sebagian besar plastik yang ada di pasaran saat ini terbuat dari minyak bumi dan gas alam. Namun sayangnya, bahan baku tersebut berasal dari energi fosil yang bisa habis kapan saja di masa depan.
Karena itu, banyak orang mulai mencari bahan baku pembuatan plastik yang lebih terbarukan dan berkelanjutan, misalnya seperti pati jagung dan pati singkong. Hal ini merupakan awal mula inovasi plastik dari singkong atau jagung yang bernama bioplastik.
Apabila Anda bandingkan dengan bahan baku plastik konvensional, bahan baku bioplastik jelas lebih ramah lingkungan. Selain karena tidak menggunakan energi fosil seperti minyak bumi dan gas alam, karakteristik plastiknya pun lebih mudah terurai.
Jika plastik konvensional butuh puluhan tahun agar bisa terurai di tanah, maka bioplastik memerlukan waktu yang jauh lebih sebentar. Kebanyakan alat makan di zaman sekarang menggunakan bioplastik, contohnya seperti gelas dan piring sekali pakai.
Apakah Penggunaan Plastik Aman?
Salah satu alasan kenapa Anda harus tahu terbuat dari apa plastik itu adalah untuk mengetahui keamanannya. Ternyata, meski plastik terbuat dari gas alam dan minyak bumi, penggunaannya tetap aman dalam batasan tertentu. Hal ini akan bergantung pada jenis plastiknya.
Ada plastik yang bisa Anda gunakan untuk membuat komponen otomotif, pipa air bersih, lemari dan alat rumah tangga lain, serta untuk keperluan industri. Bahkan ada plastik food grade yang aman untuk wadah atau pembungkus makanan dan bisa Anda panaskan.
Tipsnya adalah selalu mengecek jenis dan kode plastik untuk mengetahui sifat serta karakteristiknya. Jika ragu, Anda bisa langsung bertanya pada ahli atau langsung pada penjual agar mengetahui apakah jenis plastik tersebut aman atau tidak untuk produk Anda.
Khusus untuk beberapa jenis plastik tertentu, Anda bisa mendaur ulangnya agar lebih ramah lingkungan. Hal ini mengingat terbuat dari apa plastik itu, yaitu minyak bumi dan gas alam yang tidak terbarukan dan tidak mudah terurai secara alami oleh alam.
Penutup
Itulah penjelasan lengkap tentang terbuat dari apa plastik itu, yaitu minyak bumi dan gas alam. Ada juga pilihan bahan baku alternatif berupa pati jagung dan pati singkong. Anda bisa menemukan semua plastik berkualitas terbaik di PT. Plastik Karawang Flexindo!